Showing posts with label Jaringan. Show all posts
Showing posts with label Jaringan. Show all posts

Osi Layer

Posted by readthiswrite on Tuesday, December 6, 2011

Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Standar Organization (ISO), yaitu badan yang menyediakan kerangka logika terstruktur tentang bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. OSI layer merupakan konsep dasar pada suatu jaringan komputer, yangdibuat untuk menerangkan struktur dan fungsi protokol komunikasi data. Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Standarisasi masalah jaringan tidak hanya dilakukan oleh ISO saja, tetapi juga diselenggarakan oleh badan dunia lainnya seperti ITU (International Telecommunication Union), ANSI (American National Standard Institute), NCITS (National Committee for Information Technology Standardization), bahkan juga oleh lembaga asosiasi profesi IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) dan ATM-Forum di Amerika. Pada prakteknya bahkan vendor-vendor produk LAN ada yang memakai standar yang dihasilkan IEEE.

OSI Layer mendukung komunikasi antar komputer yang berbeda platform. Sebelum adanya OSI, setiap perusahaan komputer seperti IBM dan DEC mempunyai arsitektur masing-masing sehingga produk yang dihasilkan mereka tidak bisa saling inter-operasi.

OSI memiliki 7 layer, yang mana setiap layernya mempunyai fungsi yang berbeda-beda, yaitu application layer, presentation layer, session layer, transport layer, network layer, datalink layer, dan apllication layer. Secara garis besar layer-layer OSI dibagi menjadi dua bagian, yaitu upper layer (aplikasi, presentasi, dan sesi) dan lower layer (transport, network, data link dan fisik). Setiap layernya bersifat self-contained yang artinya fungsi yang diberikan ke setiap layer dapat di implementasikan secara independent, maksudnya pembaruan fungsi suatu layer tidak akan mempengaruhi layer lainnya, namun setiap fungsinya spesifik dan mendukung lapisan diatasnya dan sekaligus juga menawarkan layanan untuk lapisan yang ada di bawahnya.
Banyak kelebihan dari model OSI ini, diantaranya karena protocol lebih mudah diatur dan dipantau, layer yang dibawahnya mudah diubah tanpa mempengaruhi layer yang di atas, dan upper layer dapat menggunakan fungsi-fungsi yang telah didefinisikan oleh lower layer, oleh karena kejelasan fungsi dari masing-masing layer itulah model OSI layer kini banyak digunakan.
Dari kelebihan yang ada, terdapat pula kekurangan pada model OSI layer ini, yaitu layering juga dapat menambah kompleksitas proses, karena masing-masing layer harus mengerjakan fungsinya masingmasing dan memiliki kemampuan proses yang berlainan. Proses pembungkusan yang dilakukan untuk fungsi information hiding kurang efisien, karena setelah sampai ke host tujuan, pembungkus yang digunakan untuk menyembunyikan informasi tadi dibuang satu persatu.

Di dalam setiap layer terdapat beberapa protokol. Protokol berfungsi sebagai aturan dalam pengiriman (pelewatan) data dalam layer. Berikut adalah contoh-cobtoh protokol yang umum pada setiap layer (tidak termasuk sub-protocol) :

Layer Aplikasi

  • HTTP (Hyper Text Transfer Protocol), protokol untuk transfer file HTML dan Web .

  • DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol), protokol untuk distribusi IP pada jaringan dengan jumlah IP yang terbatas .

  • DNS (Domain Name Server), Database nama domain mesin dan nomor IP.

  • FTP (File Transfer Protocol), protokol untuk transfer file.

  • MIME (Multipurpose Internet Mail Extension), protokol untuk mengirim file biner dalam bentuk teks.

  • NNTP (Network News Transfer Protocol), protokol untuk menerima dan mengirim newsgroup

  • POP (Post Office Protocol), protokol untuk mengambil mail dari server.

  • SMB (Server Message Block), protokol untuk transfer berbagai server file DOS dan Windows.


Layer Presentasi

  • SMTP (Simple Mail Transfer Protocol), protokol untuk pertukaran mail.

  • SNMP (Simple Network Management Protocol), protokol untuk manajemen jaringan.

  • Telnet, protokol untuk akses dari jarak jauh.

  • TFTP (Trivial FTP), protokol untuk transfer file.


Layer Sesi

  • NETBIOS (Network Basic Input Output System), BIOS jaringan standar.

  • RPC (Remote Procedure Call), prosedur pemanggilan jarak jauh.

  • SOCKET, Input Output untuk network jenis BSD-UNIX.


Layer Transport

  • TCP (Transmission Control Protocol), protokol untuk pertukaran data berorientasi (connection oriented).

  • UDP (User Datagram Protocol), protokol pertukaran data non-orientasi (connectionless).


Layer Network

  • IP (Internet Protocol), protokol untuk menetapkan routing.

  • RIP (Routing Information Protocol), protokol untuk memilih routing.

  • ARP (Address Resolution Protocol), protokol untuk mendapatkan informasi hardware dari nomer IP.

  • RARP (Reverse ARP), protokol untuk mendapatkan informasi nomer IP dari hardware (pembalik ARP).


Layer Data Link

  • PPP (Point to Point Protocol), protokol untuk point ke point. Protokol ini dipakai pada sub-layer

  • LLC (Logical Link Control).

  • SLIP (Serial Line Internet Protocol), protokol dengan menggunakan sambungan serial. Protokol ini dipakai pada sub-layer MAC (Media Access Control).


Layer Fisik

  • Electrical/Optical, Mechanical, Functional, dan Procedural protocol.




Secara garis besar, fungsi masing-masing layer adalah sebagai berikut :

Physical Layer

  1. Memindahkan bit antar devices.

  2. Berkomunikasi langsung dengan jenis media transmisi

  3. Merepresentasikan bit.

  4. Menentukan kebutuhan listrik, mekanis, prosedural, dan fungsional, mempertahankan dan menonaktifkan hubungan fisik antarsistem.


Intinya layer ini berurusan dengan hardware.

Datalink Layer

  1. Mengkomunikasikan bit ke bytes dan byte ke frame.

  2. Menerima perangkat medua berupa MAC Addressing.

  3. Deteksi error dan recovery error.

  4. Menyediakan transmisi phisik dari data.

  5. Menangani notifikasi error, topologi jaringan, flow control.

  6. Memastikan pesan-pesan akan terkirim melalui alat yang sesuai di LAN menggunakan hardware address (MAC).

  7. Menterjemahkan dari layer network di atasnya ke bit-bit layer fisik di bawahnya.

  8. Melakukan format pesan atau data menjadi pecahan-pecahan (data frame).

  9. Menambahkan header yang terdiri dari alamat HW sources & destination (semacam informasi kontrol).

  10. Mengidentifikasi peralatan pada network.

  11. Membentuk enkapsulasi yang membungkus data asli.

  12. Enkapsulasi akan dilepas setelah paket diterima oleh layer di bawahnya.

  13. Enkapsulasi akan berlanjut di hop lain hingga paket sampai ke tujuan.

  14. Paket tidak akan berubah sepanjang pengiriman.


Network Layer

  1. Mengangkut lalu lintas antar peralatan yang tidak terhubung secara lokal.

  2. Paket diterima oleh interface router.

  3. Router akan mencek alamat IP tujuan.

  4. Melakukan routing tabel.


Transport Layer

  1. Melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang tersegmentasi (reassembing) dari upper layer menjadi sebuah arus data yang sama.

  2. Menyediakan layanan transportasi data ujung ke ujung.

  3. Membuat sebuah koneksi logikal antara host pengirim dan tujuan pada sebuah internetwork.

  4. Bertanggung jawab menyediakan mekanisme multiplexing.


Session Layer

  1. Mempertahankan data dari berbagai aplikasi yang digunakan.

  2. Bertanggung jawab untuk membentuk, mengelola, dan memutuskan session-session antar-layer di atasnya.

  3. Kontrol dialog antar peralatan / node.

  4. Koordinasi antar sistem-sistem dan menentukan tipe komuniskasinya (simplex, half duplex, full duplex).

  5. Menjaga terpisahnya data dari banyak aplikasi yang menggunakan jaringan.


Presentation Layer

  1. Bagaimana data dipresentasikan.

  2. Menyajikan data.

  3. Layanan Penterjemah.

  4. Menentukan tipe data (gambar, audio, video, atau teks), enkripsi (ASCII atau EBCDIC), dan ekstensi file agar file siap ditampilkan dilayer aplikasi.


Application Layer

  1. Interface antara jaringan dan SW aplikasi.

  2. Mengkomunikasikan service ke aplikasi.


Setiap melewati layer data mengalami proses enkapsulasi dan dis-enkapsulasi, yaitu pembungkusan data dan penambahan atau pengurangan header.

Sumber
More aboutOsi Layer

Firewall

Posted by readthiswrite on Saturday, November 12, 2011

Dalam dunia jaringan komputer maka istilah Firewall sering kali kita dengar. Terutama bagi karyawan yang perusahaannya memiliki jaringan komputer untuk menghubungkan komputer-komputer di setiap divisinya. Seringkali kita sebagai orang awam tidak mengerti mengapa dan untuk apa Firewall itu sendiri.

Definisi / Pengertian Firewall

Kata firewall mengandung kata kunci wall yang berarti dinding. Fungsi dinding adalah melindungi segala sesuatu di dalam dinding tersebut. Nah firewall pun berfungsi sama, yaitu melindungi komputer atau jaringan dari akses komputer lain yang tidak memiliki hak untuk mengakses komputer atau jaringan Anda.

Jadi firewall ini melindungi jaringan dan sekaligus melindungi komputer di dalam jaringan tersebut. Akses yang dimaksud adalah akses remote dari komputer lain. Seperti kita ketahui sistem operasi seperti windows dan unix memiliki kemampuan jaringan yaitu menghubungkan dua atau lebih komputer untuk saling berkomunikasi dan menggunakan sumber daya jaringan seperti printer, scanner dan alat-alat lainnya termasuk koneksi internet.

Untuk itu diperlukan sebuah mekanisme atau aturan untuk membatasi akses sebuah komputer ke komputer lain dan sumber daya jaringan lainnya. Untuk itu perlu diinstall Firewall dalam jaringan tersebut. Cara yang paling banyak digunakan adalah menginstall perangkat lunak atau software Firewall seperti Sygate Firewall, McAfee, BitDefender atau Zone Alarm. Biasanya antivirus memiliki fasilitas ini.

Cara lain adalah menggunakan perangkat keras atau alat yang berfungsi sebagai Firewall. Tentunya alat ini memiliki kelebihan dan kemampuan yang lebih dalam membatasi akses ke jaringan dibanding berupa perangkat lunak. Namun harganya lebih mahal jika dibanding dengan Sygate Firewall yang bisa didownload gratis.

Fungsi Firewall

Keberadaan firewall sangat penting dalam jaringan Anda, terlebih jika di dalam komputer Anda tersimpan data-data perusahaan atau pribadi yang bersifat rahasi. Tentunya Anda tidak menginginkan orang lain bisa mengakses data ini dengan memanfaatkan celah pada jaringan dan komputer Anda.

Firewall bisa memblok koneksi dari jaringan atau IP tertentu. Selain itu mekanisme filter juga memudahkan kita dalam mensetting Firewall sehingga lebih fleksible dalam pengaksesan. Secara visual user akan diberikan notifikasi jika terjadi akses dari luar atau akses dari dalam ke luar. Kita bisa menentukan apakah kita mengijinkan akses ini.

Jika kita memiliki kontrol seperti ini maka kita akan dapat mengetahui keluar masuknya data dari dan menuju komputer kita. Kita bisa menganggap seperti memiliki satpam yang selalu mengecek orang yang masuk ke rumah kita dan keluar dari rumah kita. Jika tidak berkepentingan maka kita bisa melarangnya masuk.

Adapun fungsi Firewall di dalam jaringan adalah sebagai berikut :

Packet Filtering                                             : Memeriksa header dari paket TCP/IP ( tergantung arsitektur jaringannya, dalam contoh ini adalah TCP IP ) dan memutuskan apakah data ini memiliki akses ke jaringan.

Network Address Translation ( NAT ) : biasanya sebuah jaringan memiliki sebuah IP public dan di dalam jaringan sendiri memiliki IP tersendiri. Firewall berfungsi untuk meneruskan paket data dari luar jaringan ke dalam jaringan dengan benar sesuai IP komputer lokal.

Application Proxy                                        : firewall bisa mendeteksi protocol aplikasi tertentu yang lebih spesifik.

Traffic management                                      : mencatat dan memantau trafik jaringan

Masih banyak fungsi firewall seiring perkembangan jaringan dan teknologi pada software atau hardware Firewall.

Cara kerja Firewall

Secara sederhana bisa digambarkan cara kerja dari Firewall

Ketika ada paket data yang masuk ke jaringan atau komputer maka Firewall akan mengecek header dari paket data tersebut. Kemudian menggunakan aturan jaringan maka firewall bisa menentukan apakah data paket ini bisa diteruskan atau tidak. Jika tidak maka akan ada pemblokiran, jika diijinkan maka paket data ini akan diteruskan sesuai mekanisme jaringan tersebut sehingga sampai ke komputer yang dimaksud.

Dan sebaliknya ketika ada paket data keluar maka Firewall pun bisa mengecek berdasarkan IP dan content. Disini firewall memiliki aturan untuk memfilter permintaan seperti ini.

Jenis - Jenis Firewall 

  • Personal Firewall     : Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya. Bahkan beberapa produk firewall lainnya dilengkapi dengan fungsi pendeteksian gangguan keamanan jaringan (Intrusion Detection System).


Contoh : Microsoft Windows Firewall (yang sudah built dalam Windows XP SP 2, Vista dan Windows Server 2003 SP1), Symantec Norton Personal Firewall dll.

  • Network Firewall     : Network ‘‘’’Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server.


 

Contoh : Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dll.

Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh personal firewall (packet filter firewall dan stateful firewall),  Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.
Kelebihan dan Kelemahan Firewall



Kelebihan nya adalah mudah untuk diKelebihan dari tipe ini adalah mudah untuk di implementasikan, transparan untuk pemakai, dan lebih cepat.

Kelemahan nya :

  • Cukup rumitnya untuk menyetting paket yang akan  difilter secara tepat, serta lemah dalam hal authentikasi.

  • Mudah terjadi miss configuration.

  • Sukar melakukan konfigurasi terhadap protokol yang dinamis.

  • Tidak dapat menangani content-based filtering (remove e-mail attachments, javascript, ActiveX).


More aboutFirewall

Advertisement